Sabtu, 09 Agustus 2008

KETIKA DIKHIANATI SAHABAT

Makin akrab persahabatan, makin sakit rasanya

Mazmur 55: Kalau musuhku yang mencela aku, aku masih dapat menanggungnya; kalau pembenciku yang membesarkan diri terhadap aku, aku masih dapat menyembunyikan diri terhadap dia. Tetapi engkau orang yang dekat dengan aku, temanku dan orang kepercayaanku: kami yang bersama-sama bergaul dengan baik, dan masuk rumah Allah di tengah-tengah keramaian (ayat 13-15)


Tuhan kita juga pernah dikhianati

Lukas 22: Waktu Yesus berbicara…Yudas, seorang dari kedua belas murid itu, berjalan di depan mereka. Yudas mendekati Yesus untuk mencium-Nya. Maka kata Yesus kepadanya: “Hai Yudas, engkau menyerahkan Anak Manusia dengan ciuman?” (ayat 47-48)


Pengkhianatan: masalah umum sejak dahulu kala

Mikha 7: Sebab anak laki-laki menghina ayahnya, anak perempuan bangkit melawan ibunya, menantu perempuan melawan ibu mertuanya; musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya. (ayat 6)


Serahkan semua keinginan membalas kepada Allah

Roma 12: Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. (ayat 19)


Biarkanlah Allah memulihkan jiwa Anda

Mazmur 23: Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. (ayat 2-3)


Jangan balik menyakiti

1 Petrus 3: Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. (ayat 9)


Ingatlah seberapa besar anda telah diampuni

Kolose 3: Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. (ayat 13)


Yesus telah mengampuni, Dia juga membantu Anda mengampuni

Lukas 23: Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”


Terkandung makna yang mengerikan dalam kata “dikhianati”. Mengkhianati seseorang berarti berlaku curang kepadanya. Pengkhianatan adalah lawan dari kesetiaan, dan semakin kita mencintai kesetiaan semakin kita membenci pengkhianatan. Di dalam dunia yang keras dan kejam seperti ini tidak heran kalau kita dilukai oleh musuh, tetapi tak seorang pun mengharapkan untuk dikhianati oleh seorang sahabat. Menurut saya, sedikit sekali hal yang dapat lebih melukai Tuhan kita dibanding dengan pengkhianatan oleh salah seorang murid-Nya sendiri. Bagaimana kita menghadapi pengkhianatan? Bagaimana kita menangani hidup kita ketika kita menjadi korban kecurangan seorang sahabat?

Pertama-tama, kita harus membawa luka kita kepada Allah dan mengundang-Nya untuk memasuki hati kita dengan kelembutan-Nya dapat menghilangkan rasa sakit itu. Selain Yesus, siapa lagi yang dapat ikut merasakan masalah yang sedang kita hadapi? Mudah sekali untuk mencari penghiburan di tempat lain pada saat seperti ini, misalnya dengan minum-minum, mencari hiburan, membaca, dan lain-lain. Beberapa orang malahan berusaha melupakan atau menghindar dari masalah ini. Tetapi situasi yang menyakitkan itu harus dihadapi, meskipun kita tidak perlu melarutkan diri di dalamnya. Kita harus mengizinkan Allah melayani kita dalam kesakitan kita karena Dialah satu-satunya yang dapat “memulihkan jiwa”.

Karena sakit hati dapat cepat berubah menjadi rasa benci, dengan pertolongan Tuhan kita harus mengosongkan hati kita dari semua kepahitan dan…mengampuni. Perlu kita pahami bahwa mengampuni tidak selalu membawa perubahan pada pihak yang lain (atau menjamin bahwa dia juga dipulihkan), tetapi pengampunan akan membebaskan jiwa kita sendiri.

Salib Tuhan kita Yesus Kristus berdiri dan merangkul siapa saja yang pernah dikhianati. Salib itu menyaksikan: “Inilah cara Yesus menghadapi musuh-musuh-Nya…dan sahabat yang mengkhianati-Nya.” Dalam terang fakta agung ini dapatkah kita berbuat lain selain mengampuni?


Bapa, beri aku kasih karunia untuk mengikuti teladan-Mu di tengah pengkhianatan yang kualami. Tunjukkan kepadaku bahwa tidak ada, bahkan tidak juga pengkhianatan seorang sahabat, yang dapat memindahkan jiwaku dari perlindungan-Mu. Semoga aku selalu bersukacita di dalam perlindungan-Mu dan di dalam kuasa kasih-Mu yang besar. Amin.

Riwayat Bengawan SoLo

Tahukah anda bahwa Bengawan Solo dahulu bernama Bengawan Beton? Penasaran ? ikuti kisah yang ditulis dalam Babad Kota Solo karya RM Sajid.

JAUH sebelum Keraton Surakarta Hadiningrat berdiri, atau tepatnya pada zaman Mataram, tersebutlah sebuah dusun bernama Nusupan. Dusun itu terletak di sebelah tenggara Desa Sala, wilayah yang kemudian menjadi tempat perpindahan Keraton Kartasura.
Letak geografis dusun tersebut sangat unik. Dalam buku Babad Solo karangan RM Sajid disebutkan, ada sungai besar yang dinamakan Bengawan Beton membelah wilayah dusun itu menjadi dua bagian. Lalu di antara tepian bengawan yang membelah dusun itu terdapat sebuah bandar atau pelabuhan sungai. Pelabuhan itulah yang membuat Dusun Nusupan sangat ramai. Apalagi ketika pelabuhan itu menjadi sarana perdagangan para saudagar dari Gresik dan Surabaya yang menuju Kutha Gedhe (ibu kota Mataram). Atau sebaliknya, sebagai sarana transportasi para saudagar dari Kutha Gedhe yang ingin berdagang ke Gresik dan Surabaya. "Kawontenan makaten punika ngantos dumugi ing jaman Kartosura tuwin ngantos dumugi Surakarta. Saderengipun wonten sepur. (Keadaan seperti itu berlangsung hingga zaman Kartasura [Keraton Kartasura] serta hingga zaman Surakarta Keraton Surakarta Hadiningrat)," papar RM Sajid dalam buku tersebut.

Saat itu Desa Sala dipimpin seorang bekel bernama Kyai Gedhe Sala. Karena Dusun Nusupan termasuk wilayah Desa Sala, Kyai Gedhe Sala kemudian diberi wewenang menarik pajak terhadap orang-orang, terutama para saudagar yang setiap hari memanfaatkan pelabuhan tersebut. Semakin lama pelabuhan itu kian ramai. Banyak saudagar yang melakukan jual beli di tempat tersebut. Selain itu, banyak pula masyarakat yang membangun rumah di sekitar tepian bengawan.

Dalam perkembangannya nama bengawan kemudian berubah. "Sasampunipun kondhang dumugi sanes nagari, nama Bengawan Beton lajeng santun nama gantos ngangge nama bebekel ngriku. Lajeng kaaran Bengawan Sala (Setelah terkenal hingga ke negara lain, nama Bengawan Beton lalu berubah nama berganti dengan nama bekel di situ. Lalu disebut Bengawan Sala [sekarang sering dilafalkan orang dengan Bengawan Solo])," jelas RM Sajid. Itulah sekelumit sejarah tentang nama Bengawan Solo, sungai besar yang sekarang menjadi trademark Kota Solo.


sumber : http://kotasolo.info

Jumat, 01 Agustus 2008

perkenalan ajah......

Halooo.... Perkenalkan, gw Andreas, biasa dipanggil Andre aja. Gw lahir tanggal 24 Juni 1986. Bintang Cancer (Baca : kenser bukan kanker). Saat ini gw masih menjadi mahasiswa di sebuah perguruan tinggi swasta di Solo, sebuah perguruan tinggi komputer pertama di kota kelahiran gw hehe. Saat ini gw lagi sibuk sibuknya menyelesaikan skripsi gw yang sempat tertunda selama beberapa semester.

Kalo ngomongin gw, sepertinya bakalan panjang banget. Intinya aja, kalo kalian pengen kenal ma gw jadi follower gw aja.. hehe. Gw ini bisa dibilang orangnya gak terlalu ribet sama hal-hal yang gak penting, malah terkesan cuek. Mungkin kalian kalo pertama kali ketemu gw bakalan merasa kalo gw tuh sok, sombong, angkuh.... gw bisa ngerti itu. Gw bukannya gak mau kenal sama orang lain tapi gw ini agak pemalu kalo ketemu sama orang-orang baru... jadi harap dimaklumi.