Blog Archive
-
▼
2010
(53)
-
▼
Agustus
(15)
- Harga Memori DDR2 Beranjak Naik
- Penjahat Cyber Siap Panen dari Ladang Virtual
- Bulan Kini Mulai Mengkerut
- Curhat lagi
- Google Didemo
- Danau di Argentina 'Petunjuk' Hidup di Mars
- Cosplay, Sejarah dan Arti
- Kiyoshi Sakurazukai
- Peluncuran kapal pesiar WGM kembali tertunda
- Walikota Solo: Penangkapan Baasyir tak pengaruhi s...
- 178 Modem Huawei Dijual Rp194,5 Ribu
- DPR Berencana Membangun Gedung Baru Senilai Rp1,2 T
- Program Menggemukkan Badan
- Ditemukan Apel Berdaging Merah Asal Iran
- Bumi Dibombardir Sinar Kosmik Bintang Mati
-
▼
Agustus
(15)
Kategori
Pesbuk
Ngobrol di Sini
Andreas K. Sapta. Diberdayakan oleh Blogger.
Jumat, 20 Agustus 2010
Bulan Kini Mulai Mengkerut
VIVAnews - Bulan, yang merupakan satelit alami bumi, ternyata mengkerut.
Hasil riset terbaru menunjukkan proses itu terlihat dari berbagai retakan pada kerak bulan. Retakan-retakan yang menyebabkan bulan menyusut itu terbentuk karena proses pendinginan selama miliaran tahun.
Alhasil, diameter benda yang tampak indah dari bumi itu berkurang sekitar 328 kaki atau 100 meter. Tentu saja perubahan ukuran itu tidak dapat diamati dengan mata telanjang. Diameter bulan sendiri adalah sekitar seperempat dari bumi.
Peneliti menemukan 14 titik yang diyakini telah menyebabkan kerutan di kerak bulan, dalam bentuk seperti jurang yang curam. Hal itu dijelaskan Thomas R. Watters dari Pusat Pengamatan Bumi dan Planet-Planet dari Museum Antariksa dan Udara Smithsonian, AS.
Awalnya, peneliti menemukan lereng-lereng curam itu di garis khatulistiwa bulan. Tetapi belakangan, hal itu juga ditemukan di berbagai tempat lainnya. Tebing-tebing curam itu memanjang membentuk suatu kawah kecil yang cenderung menghilang dalam kurun waktu tertentu. Ini menunjukkan lereng-lereng itu terbentuk dalam waktu yang sangat panjang.
"Temuan yang paling menakjubkan adalah bahwa kontraksi itu masih terjadi dan menunjukkan bahwa kerutan bulan terus aktif," kata Watters.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar